suara2.com — Menjelang libur panjang akhir tahun, PDI Perjuangan Jawa Timur punya agenda penting. Bukan sekadar pergantian pengurus. Pada 20 dan 21 Desember nanti, Konferda dan Konfercab akan di gelar serentak di Surabaya. Isunya jelas: regenerasi dan arah baru, khususnya bagi anak muda yang kini jadi tulang punggung demografi provinsi ini.
Said Abdullah, yang memimpin DPD Jatim, bilang bahwa proses ini bukan sekadar rutinitas. “Kita libatkan semua unsur. Ranting, anak cabang, cabang. Masukannya kita bawa ke meja DPP,” ujarnya saat di temui akhir pekan lalu.
Menurut Said, Jawa Timur tak bisa hanya mengandalkan semangat. Dengan lebih dari 40 juta jiwa penduduk, dan mayoritasnya usia produktif, perlu strategi serius. Salah satunya: soal pendidikan. Ia menyebut akses kuliah murah akan jadi prioritas. Skemanya? Kombinasi antara APBD dan kemitraan swasta. “Kami ingin anak muda punya peluang tanpa harus terbebani biaya,” ucapnya.
Tak hanya soal kampus. Partai berlambang banteng ini juga sedang merancang Youth Venture Fund, dana usaha tanpa jaminan yang di tujukan untuk anak-anak muda yang ingin mulai bisnis tapi tak punya agunan. Targetnya ambisius: 50 ribu usaha baru sebelum 2030.
Di luar itu, Said menyebut pentingnya ekonomi kreatif. Bukan hanya musik dan seni, tapi juga produk budaya lokal yang bisa di jual di luar negeri. “Anak muda kita punya bakat. Tinggal di dukung sistemnya,” katanya.
Rencana-rencana ini akan di bahas lebih dalam di rapat kerja daerah dan cabang. Menurut Said, PDI Perjuangan tak mau lagi hanya bicara visi. “Harus bisa di ukur. Harus bisa di lihat dampaknya,” tutupnya.
