suara2.com — Tak ada yang menyangka, di balik tumpukan pakaian bekas yang terlihat biasa saja, ternyata tersimpan skema penyelundupan bernilai fantastis. Polisi berhasil membongkar jaringan besar di Bali, dan dua warga asing ikut di sorot.
Awalnya mungkin terdengar seperti kasus biasa. Tapi setelah tim Bareskrim Polri menyisir gudang di Tabanan, Bali, situasinya berubah drastis. Di tempat itu, aparat menemukan lebih dari 800 bal pakaian bekas yang sudah siap untuk di jual. Jumlahnya? Kalau dihitung, nilainya mencapai sekitar Rp669 miliar. Fantastis.
Kasus ini diumumkan resmi oleh pihak kepolisian saat konferensi pers di Denpasar, awal pekan ini. Dua nama langsung disebut sebagai tersangka utama: ZT dan SB. Tapi ternyata, cerita tak berhenti di situ.
Dalam proses penyelidikan, ada dua sosok asing yang ikut mencuat. Keduanya berinisial KDS dan KIM, berasal dari Korea Selatan. Mereka di duga kuat ikut berperan sebagai penghubung barang dari luar negeri.
Rute masuknya barang juga bukan jalur legal. Pakaian-pakaian bekas itu, menurut polisi, di bawa melalui laut lewat jalur tak resmi. Biasanya lewat Malaysia dulu, baru di kirim ke Bali. Setelahnya? Barang langsung di distribusikan ke berbagai wilayah, termasuk Surabaya dan Jawa Barat. Sebagian besar di pasarkan lagi dengan harga miring.
Yang bikin merinding, beberapa sampel pakaian itu sempat di uji. Hasilnya? Terdapat bakteri Bacillus sp.—yang kalau dikenakan langsung bisa berisiko bagi kesehatan, apalagi kalau tak di cuci bersih. Ini jadi salah satu alasan kenapa polisi gerak cepat.
Soal modus? Cukup canggih. Para pelaku nggak cuma sembunyikan barang, tapi juga dana hasil penjualannya. Duit di pindahkan lewat banyak rekening, kadang atas nama orang lain. Bahkan ada yang pakai jasa remitansi luar negeri. Dari uang itu, mereka lalu beli tanah, kendaraan, bangunan—dan buka usaha lain buat kamuflase.
Selain yang sudah di sita, polisi juga menemukan hampir 700 bal lagi yang belum sempat di edarkan. Kasus ini masih berkembang. Bukan tidak mungkin akan muncul nama-nama baru dalam waktu dekat.
