Situasi di Keraton Surakarta kembali bikin heboh. Sejumlah pintu penting diganti gemboknya oleh pihak tertentu tanpa pemberitahuan. Langkah ini langsung menuai reaksi keras dari Dewan Adat, apalagi pemerintah pusat sedang intens bahas kerja sama soal pelestarian budaya.
SOLO — Beberapa hari terakhir, suasana di Keraton Surakarta Hadiningrat mendadak panas. Gara-garanya, ada beberapa pintu utama dan titik penting di area keraton yang di gembok ulang secara sepihak. Aksi ini di lakukan oleh kubu yang mendukung Susuhunan PB XIV Purboyo.
Yang di ganti bukan cuma satu-dua pintu. Menurut info yang beredar, setidaknya ada sepuluh titik yang gemboknya di ganti, termasuk di area museum, perpustakaan, dan pintu utama Kori Kamandungan. Di beberapa tempat juga terlihat sudah di pasangi CCTV.
Dewan Adat Keraton (LDA) langsung angkat suara. Ketua LDA, KPH Eddy Wirabhumi, bilang bahwa langkah mengganti kunci itu di lakukan sepihak dan bisa memperburuk situasi. Apalagi, pemerintah pusat sedang berupaya membangun kerja sama pelestarian dengan pihak keraton.
Eddy juga menyebut bahwa PB XIV Purboyo absen dalam pertemuan penting dengan Menteri Kebudayaan sehari sebelum kejadian. Ketidakhadiran itu di nilai sebagai bentuk ketidakpedulian, dan justru di susul dengan tindakan fisik yang makin bikin runyam.
“Ini kesannya kayak nggak menghormati niat baik pemerintah,” ucap Eddy kepada wartawan.
Menurut pihak LDA, mereka masih menyusun langkah lanjutan. Belum ada keputusan final, karena mereka bilang situasinya sensitif dan butuh penanganan hati-hati. Tapi mereka pastikan, tujuannya bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan menjaga agar program pelestarian budaya tetap jalan.
Peristiwa ini bikin publik kembali mengingat di namika internal yang belum selesai di Keraton Surakarta. Perseteruan lama yang belum tuntas kini kembali muncul ke permukaan, di saat pemerintah justru ingin memperkuat peran keraton sebagai pusat budaya dan sejarah nasional.
