Anak Prajurit Gugur di Cisarua Dapat Beasiswa dan Kesempatan Masuk TNI

suara2.com – Anak dari prajurit yang gugur saat bertugas di Cisarua kini punya pegangan baru. Ia mendapat beasiswa. Juga kesempatan untuk mengikuti seleksi masuk TNI.

Dukungan datang langsung dari institusi. Negara, lewat TNI, menyebut ini bagian dari tanggung jawab—bukan hadiah, bukan belas kasihan.

“Untuk pendidikan, sampai jenjang yang bisa dia capai,” kata seorang pejabat TNI di sela kegiatan penyerahan bantuan.

Tak banyak bicara. Tapi maksudnya jelas: agar si anak tetap sekolah, walau ayahnya sudah tidak ada. Biaya ditanggung.

Tak berhenti di sana. Ia juga di beri ruang untuk ikut seleksi jadi prajurit. Tapi jalurnya tetap resmi. Standar dan syarat tetap berlaku, tidak bisa langsung masuk.

“Kesempatannya di buka, tapi tetap seleksi. Tidak otomatis,” ujar sumber dari lingkungan TNI.

Komitmen ini, kata mereka, bukan hal baru. Dukungan kepada keluarga prajurit gugur memang jadi bagian dari kebijakan internal.

Keluarga yang di tinggalkan tak banyak bicara ke media. Tapi mereka tampak menghargai. Ada secercah harapan di tengah duka.

“Ya… setidaknya dia nggak sendiri. Masih ada yang perhatiin,” ujar salah satu kerabat dekat yang di temui di rumah duka.

TNI menyampaikan bahwa penghormatan kepada prajurit tak berhenti di upacara. Tak cukup dengan liputan media dan bendera setengah tiang.

Yang lebih penting—dukungan nyata, bukan simbol.