suara2.com — Danantara menyatakan siap. Mulai 2026, badan investasi negara itu akan memulai reformasi besar-besaran terhadap BUMN yang di anggap strategis.
Fokusnya jelas. Perbaikan tata kelola. Bukan kosmetik, tapi menyasar langsung struktur organisasi, transparansi pengelolaan, dan akuntabilitas. Yang selama ini banyak di kritik publik.
Dalam pernyataannya, Danantara bilang mereka akan mulai dari yang besar dulu. BUMN yang punya peran penting dalam ekonomi nasional.
Reformasi ini, kata mereka, bukan soal gaya. Tapi soal kebutuhan. Karena kalau BUMN tidak berubah, sulit bersaing. Persaingan makin ketat, baik di dalam negeri maupun global.
Selain itu, pengelolaan aset juga di sorot. Termasuk efisiensi operasional. Dua hal yang di anggap belum maksimal selama ini.
Model bisnis dan kinerja manajemen akan ditinjau ulang. Semua BUMN nanti punya target yang jelas. Ukurannya juga harus bisa dipantau. Bukan janji, tapi angka.
Pemerintah, lewat kementerian terkait, sudah nyatakan dukungan. Mereka anggap Danantara punya peran strategis untuk urusan ini. Koordinasi antar-lembaga disebut bakal diperkuat.
Reformasi di jadwalkan dimulai 2026. Tapi arah besarnya sudah di susun sekarang. Targetnya: BUMN lebih profesional. Lebih efisien. Dan yang terpenting, bisa kasih dampak ekonomi yang nyata.
BUMN di harapkan nggak cuma jadi beban negara. Tapi jadi motor. Pilar ekonomi. Itu yang ingin dicapai lewat reformasi ini.
