suara2.com – Zulkifli Hasan kelihatan tak mau berlama-lama. Lima proyek listrik dari sampah yang tersebar di beberapa daerah itu, menurutnya, harus segera tancap gas. Jangan hanya jadi bahan rapat.
“Jangan kebanyakan studi-studi. Kita butuh aksi,” katanya dalam satu pernyataan yang terasa seperti sindiran.
Proyek ini bukan barang baru. Sudah lama di bicarakan. Tapi realisasi? Lambat. Terlalu banyak meja yang harus di lewati. Terlalu banyak izin yang menumpuk.
Zulhas—yang sekarang menjabat Menko Bidang Pangan dan Investasi—bilang, ini bukan cuma soal listrik. Ini soal sampah juga. Dua masalah sekaligus. Dan dua-duanya mendesak.
Sampah makin menggunung. Kota-kota megapolitan sudah kewalahan. Di sisi lain, energi bersih masih jadi PR besar. Nah, pembangkit listrik berbasis sampah bisa jadi jembatan di antara dua masalah ini.
“Kalau ini jalan, bukan cuma kota lebih bersih. Tapi juga nambah pasokan listrik, dari sumber yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Kelima proyek yang di maksud merupakan bagian dari program nasional konversi sampah jadi energi. Skema besar. Ambisius. Tapi seringkali tersangkut di urusan teknis dan administratif. Izin lambat keluar. Lahan belum siap. Investornya nunggu kepastian. Dan seterusnya.
Itu sebabnya, Zulhas minta kementerian lain dan pemda jangan santai-santai. Harus koordinasi cepat. Saling dorong, bukan saling tunggu.
Ia juga menyinggung soal teknologi dan pendanaan. Dua hal yang, kalau tidak di siapkan dengan matang, bisa jadi batu sandungan. Maka dukungan dari swasta juga di butuhkan. Pemerintah saja tidak cukup.
Yang lebih penting, proyek ini harus tahan lama. Jangan baru beberapa tahun sudah macet. Harus punya model bisnis yang kuat. Harus ada kejelasan siapa yang tanggung jawab apa.
Zulhas ingin proyek ini bukan sekadar jadi showcase. Tapi bisa jadi inspirasi buat daerah lain. Jadi bukti bahwa ekonomi sirkular bukan hanya konsep di seminar. Bisa diwujudkan.
“Sampah itu masalah, tapi juga peluang. Tinggal mau di manfaatkan atau tidak,” ucapnya.
Sekarang, bola ada di lapangan. Pertanyaannya: siapa yang benar-benar siap main?
