suara2 – Libur panjang akhir tahun di mulai. Tapi di laut, bukan berarti lengang.
TNI Angkatan Laut sudah siaga. Sejumlah kapal perang mereka tempatkan di beberapa titik strategis. Fokusnya: antisipasi gangguan keamanan laut.
Juga untuk pastikan jalur pelayaran dan wisata bahari tetap aman.
Peningkatan Aktivitas Jadi Alasan
Libur Natal dan Tahun Baru memang selalu ramai. Pergerakan kapal meningkat. Penumpang, nelayan, hingga wisatawan—semua turun ke laut.
TNI AL bilang, situasi ini perlu pengawasan lebih ketat. Untuk cegah insiden. Atau pelanggaran hukum yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kapal Perang Siaga, Patroli Jalan
Kapal-kapal yang di siagakan bakal menjalankan patroli rutin. Mereka juga siap bantu operasi SAR bila ada kondisi darurat.
“Kami siap gerak cepat kalau ada situasi gawat,” ujar perwira TNI AL saat di temui di kawasan Pelabuhan Belawan, Jumat pagi.
Pengamanan Laut Tak Bisa Sendiri
TNI AL tidak bekerja sendiri. Mereka juga koordinasi dengan pihak pelabuhan, polisi, dan pemda.
Jalur pelayaran padat. Titik-titik wisata bahari ramai pengunjung. Semua itu harus di pantau. Koordinasi jadi kunci.
Langkah Ini Murni Preventif
Penegasan datang langsung dari pihak TNI AL. Ini bukan karena ada ancaman besar. Tapi sebagai upaya jaga-jaga.
Agar masyarakat bisa libur tenang. Terutama di wilayah pesisir yang rawan cuaca ekstrem dan potensi kecelakaan laut.
Imbauan ke Masyarakat
Masyarakat di minta tak abai. TNI AL mengingatkan, tetap patuhi aturan keselamatan pelayaran.
Cek cuaca. Ikuti imbauan otoritas. Jangan nekat.
“Laut itu tidak bisa di tebak. Jadi jangan lengah,” kata petugas patroli saat berjaga di sekitar perairan Ancol, Kamis malam.
TNI AL berharap, dengan siaga penuh seperti ini, masyarakat bisa liburan aman. Tidak ada insiden. Tidak ada korban.
