Maudy Ayunda Cerita Awalnya Ragu Terima Film Para Perasuk, Keputusan Datang Belakangan

suara2 – Maudy Ayunda tidak langsung bilang iya.

Waktu tawaran film Para Perasuk datang, respons pertamanya justru… ragu. Bukan nolak, tapi juga tidak langsung menerima. Ada jeda di situ. Ia butuh waktu.

Katanya, konsep ceritanya agak bikin mikir. Tidak yang langsung bisa di pahami sekali baca. Karakternya juga bukan tipe yang biasa ia mainkan. Jadi ya wajar kalau sempat maju-mundur.

Ia tidak buru-buru ambil keputusan.

Naskahnya di baca lagi. Di pikirkan lagi. Kadang, menurutnya, ada proyek yang memang butuh “di cerna” dulu—tidak bisa langsung di putuskan di awal. Ini salah satunya.

Pelan-pelan, gambaran soal karakter mulai kebentuk. Tidak utuh, tapi cukup untuk bikin dia penasaran. Dan di situ biasanya titik berubah—dari ragu jadi ingin tahu.

Bukan langsung yakin. Tapi mulai tertarik.

Semakin di dalami, justru makin terasa ada tantangan. Perannya tidak sederhana. Ada lapisan-lapisan emosi yang harus di bongkar. Cara bercerita filmnya juga tidak lurus-lurus saja.

Dan mungkin itu yang bikin dia akhirnya memilih masuk.

Bukan karena semuanya sudah jelas, tapi justru karena belum sepenuhnya jelas.

Dalam prosesnya, Maudy juga mengakui ini pengalaman yang beda. Pendekatannya tidak sama dengan proyek-proyek yang pernah ia jalani sebelumnya. Ada cara kerja yang lain, ada dinamika yang tidak selalu nyaman.

Tapi ya itu—kadang yang tidak nyaman justru menarik.

Ia melihat film ini sebagai ruang untuk mencoba sesuatu yang belum pernah ia lakukan. Eksplorasi, istilahnya. Walau di awal sempat khawatir juga, itu tidak hilang begitu saja.

Masih ada, cuma tidak lagi jadi penghalang.

Sekarang, setelah di jalani, ia justru melihat keputusan itu dari sudut yang berbeda. Keraguan di awal ternyata bagian dari proses. Bahkan mungkin perlu.

Karena dari situ, ia sampai ke pengalaman yang tidak akan di dapat kalau langsung bilang tidak.

Film ini, buat Maudy, bukan cuma soal hasil akhir. Tapi juga soal perjalanan memahami sesuatu yang awalnya terasa asing. Dan mungkin, dari situlah semuanya jadi lebih menarik.