Kaspersky Ungkap Risiko Keamanan di Balik Penggunaan Smartwatch dan Pelacak Kebugaran

suara2.com – Sekarang orang lari bukan cuma pakai sepatu. Di pergelangan tangan ada jam pintar. Di layar kecil itu, detak jantung muncul real time. Jarak tempuh. Waktu. Bahkan kualitas tidur malam tadi.

Praktis, memang. Tapi di situlah ceritanya jadi agak panjang.

Kaspersky, perusahaan keamanan siber, mengingatkan bahwa perangkat pelacak kebugaran—termasuk smartwatch—tidak hanya mencatat langkah. Ia juga mengumpulkan data. Banyak data. Lokasi pengguna, pola aktivitas harian, sampai informasi kesehatan yang cukup detail.

Data-data itu tersimpan. Terhubung ke aplikasi. Kadang tersinkron ke cloud. Semuanya terdengar normal di era digital. Namun pertanyaannya sederhana: seberapa aman?

Menurut Kaspersky, tanpa perlindungan yang memadai, data tersebut bisa berisiko di salahgunakan. Lokasi yang terekam rutin misalnya. Dari situ, pola pergerakan seseorang bisa di petakan. Jam berangkat olahraga. Rute favorit. Waktu pulang. Informasi yang bagi pemiliknya terasa biasa saja, bagi pihak lain bisa sangat berarti.

Ada juga kebiasaan berbagi hasil olahraga ke media sosial. Peta lari di unggah. Statistik di pamerkan. Niatnya berbagi pencapaian. Tapi tanpa sadar, informasi lokasi dan rutinitas ikut terbuka.

Masalahnya sering bukan pada niat, melainkan pada celah.

Kaspersky juga menyinggung hal-hal teknis yang sering di remehkan. Pembaruan sistem yang di tunda. Kata sandi yang terlalu sederhana. Perangkat pintar, seperti halnya ponsel atau laptop, tetap perlu update keamanan. Tanpa itu, celah bisa tetap terbuka.

Perusahaan itu menyarankan pengguna memeriksa ulang pengaturan privasi di aplikasi pelacak kebugaran. Batasi akses yang tidak perlu. Jangan semua data di bagikan otomatis. Pilih mana yang memang ingin di publikasikan, mana yang cukup untuk konsumsi pribadi.

Smartwatch dan pelacak kebugaran sudah jadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Di pakai setiap hari. Di percaya untuk memantau kesehatan. Tapi di balik kemudahan itu, ada konsekuensi digital yang tak selalu terlihat.

Dan mungkin itu yang ingin di ingatkan Kaspersky: teknologi membantu, iya. Tapi tetap perlu di jaga. Karena data pribadi, sekali bocor, sulit di tarik kembali.