Strategi Inovatif untuk Dongkrak PAD Secara Berkelanjutan

suara2 – Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu di topang lebih dari sekadar sumber lama yang itu-itu saja.

Pemerintah daerah di dorong mulai cari jalan baru. Pendekatan kreatif. Bukan cuma andalkan pajak dan retribusi konvensional.

Tujuannya jelas—biar fiskal daerah nggak loyo. Supaya pembangunan bisa tetap jalan, bahkan saat pusat pelit transfer dana.

Potensi Lokal Masih Sering Terabaikan

Beberapa daerah mulai lirik potensi yang selama ini cuma jadi latar.

Pariwisata. Ekonomi kreatif. Pertanian. Aset daerah yang mangkrak. Semua bisa di garap lebih serius.

Bukan berarti nambah pungutan. Justru dengan memaksimalkan yang sudah ada, PAD bisa naik tanpa beban baru buat warga.

“Kalau bisa hasilkan uang dari sektor yang memang hidup di daerah, kenapa harus bikin pungutan baru?” ucap seorang pejabat daerah di Jawa Tengah.

Mainkan Inovasi, Bukan Sekadar Wacana

Inovasi nggak selalu besar. Bisa di mulai dari hal teknis.

Beberapa pemda mulai digitalisasi sistem pajak dan retribusi. Hasilnya? Proses lebih ringkas. Kebocoran bisa ditekan.

Masyarakat juga nggak repot. Bayar lewat gawai, semua transparan.

Tapi, kata seorang pengamat fiskal, sistemnya harus konsisten. Jangan bagus di awal lalu mandek di tengah jalan.

Bukan Cuma Pemerintah yang Kerja

Kolaborasi jadi kata kunci. Pemda nggak bisa kerja sendiri.

Sektor swasta bisa di ajak. Tapi harus jelas aturannya.

Ada daerah yang mulai masuk ke proyek bareng—misalnya pembangunan kawasan ekonomi baru. Swasta pegang peran, pemerintah awasi.

Tapi tetap. Semua harus dalam jalur akuntabilitas. Jangan sampai publik cuma jadi penonton.

Naik PAD, Tapi Jangan Hilang Arah

Yang juga penting: jangan kejar angka lalu lupa dampak sosialnya.

PAD naik sih bagus. Tapi kalau hasilnya nggak kembali ke masyarakat, percuma juga.

Makanya, strategi ini perlu di jaga agar tetap inklusif. Jangan sampai pembangunan jalan, tapi ketimpangan ikut melebar.