suara2.com – Di tengah proses pemulihan di sejumlah titik Sumatera, satu kebutuhan dasar jadi sorotan utama: air bersih. Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, memastikan pemerintah tidak tinggal diam.
“Air itu soal hidup. Bukan cuma minum, tapi juga soal kesehatan dan kelangsungan sehari-hari warga,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang di rilis baru-baru ini. Tak muluk-muluk. Ia bicara soal dasar: orang butuh mandi, masak, cuci, sembuh, dan semua itu butuh air.
Langkah cepat di lakukan. Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemda dan lintas lembaga untuk mempercepat suplai. Tangki-tangki air di kerahkan, sumber sementara di buka, dan pipa rusak mulai di perbaiki.
Kondisi di lapangan memang tidak ringan. Beberapa wilayah Sumatera mengalami kerusakan infrastruktur pasca-bencana. Air bersih jadi barang langka. Krisis ini mengganggu aktivitas warga, dari mandi hingga ibadah.
Menteri Iftitah menegaskan, ini bukan soal jangka pendek. Pemerintah ingin pastikan layanan dasar seperti air tetap jalan, bahkan di tengah rehabilitasi. Maka bukan hanya distribusi yang di genjot, tapi juga pemantauan kualitas air. Jangan sampai bantuan justru jadi masalah baru.
“Ini bukan kerja satu minggu,” katanya. Tapi Kementerian Transmigrasi, lanjutnya, berkomitmen mendampingi pemda dalam proses pemulihan jangka panjang. Intinya: warga tak boleh menunggu terlalu lama hanya untuk hak yang paling dasar.
Dalam situasi seperti ini, air bersih bukan cuma soal teknis. Ia jadi ukuran: apakah negara benar-benar hadir saat warganya butuh. Menteri Iftitah tampaknya ingin jawaban itu terdengar jelas.
