suara2 – Sumatera masih berbenah pascabencana.
Polri ikut turun tangan. Bukan soal keamanan saja. Tapi urusan air bersih.
Sebanyak 569 sumur bor di targetkan di bangun di wilayah terdampak. Jumlah itu di siapkan untuk bantu kebutuhan warga—yang sampai sekarang masih kesulitan akses air bersih.
Air Jadi Masalah Mendesak
Tidak semua wilayah terdampak rusak parah. Tapi di beberapa titik, akses air benar-benar lumpuh.
Di sinilah Polri masuk. Fokus mereka: bangun sumur di lokasi yang memang darurat.
“Bukan hanya sementara. Tapi untuk jangka panjang,” ujar salah satu pejabat Polri yang terlibat dalam program ini.
Program di gelar bertahap. Karena tiap daerah beda. Kondisi tanah, kesiapan lahan, hingga peralatan—semuanya di pertimbangkan.
Koordinasi di Lapangan
Polri tidak kerja sendiri. Mereka koordinasi dengan pemda dan instansi teknis lain.
Penentuan titik-titik sumur bor dilakukan bareng. Tujuannya: supaya tidak salah sasaran. Biar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
Selain bangun fisik, Polri juga siapkan sistem perawatan. Sumur harus bisa di pakai jangka panjang, bukan cuma untuk liputan hari ini.
Bukan Cuma Proyek, Tapi Pemulihan
Bagi Polri, ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Tapi bagian dari pemulihan.
Warga di pengungsian, permukiman yang rusak, butuh lebih dari sekadar tenda dan logistik. Mereka perlu fasilitas dasar—seperti air bersih—untuk hidup normal kembali.
“Pemulihan bukan cuma soal ekonomi. Tapi juga rasa aman, rasa cukup,” kata sumber internal kepolisian yang ikut dalam pemetaan lokasi.
