Redmi Book 14 dan 16 (2026) Muncul dengan Intel Core Ultra 5, Fokus ke Performa dan Mobilitas

suara2 – Kadang peluncuran laptop baru tidak terlalu heboh di awal. Tidak langsung ramai. Tapi pelan-pelan jadi bahan obrolan.

Itu yang terasa saat Xiaomi lewat lini Redmi memperkenalkan Redmi Book 2026. Bukan satu model, tapi dua sekaligus—14 inci dan 16 inci. Pilihannya jelas: mau yang ringkas, atau yang lebih lega.

Yang langsung di sorot? Prosesornya.

Kedua varian ini sudah pakai Intel Core Ultra 5. Nama yang mungkin belum terlalu familiar buat sebagian orang, tapi arahnya jelas: performa di tingkatkan, efisiensi juga ikut dibenahi.

Setidaknya itu yang di janjikan.

Laptop sekarang memang di tuntut serba bisa. Kerja, multitasking, kadang juga hiburan. Jadi wajar kalau fokusnya tidak lagi hanya “kencang”, tapi juga bagaimana tetap hemat daya. Karena percuma cepat kalau baterai cepat habis.

Di sini, Redmi tampaknya mencoba mencari titik tengah.

Varian 14 inci terasa ditujukan untuk mobilitas. Dibawa ke mana-mana, tidak terlalu makan tempat. Sementara versi 16 inci lebih ke kenyamanan—layar luas, ruang kerja lebih lega. Pilihan yang sebenarnya cukup standar, tapi tetap relevan.

Karena kebutuhan orang beda-beda.

Soal desain, belum banyak yang di buka secara detail. Tapi dari arah yang di sampaikan, perangkat ini ingin tetap ringan tanpa mengorbankan performa. Klise? Mungkin. Tapi memang itu yang di cari banyak pengguna sekarang.

Yang masih jadi tanda tanya, justru detail lainnya.

Kapasitas RAM berapa, penyimpanan seperti apa, sampai harga—semuanya belum di jelaskan penuh. Biasanya, bagian ini yang paling di tunggu. Karena di situlah orang mulai benar-benar mempertimbangkan.

Untuk sekarang, yang jelas baru gambaran besarnya.

Dengan seri Redmi Book 2026 ini, Xiaomi seperti ingin memperluas pijakan di pasar laptop—khususnya untuk pengguna yang butuh perangkat produktivitas, tapi tetap fleksibel. Tidak terlalu berat di bawa, tidak juga terlalu terbatas di pakai.

Sisanya tinggal menunggu. Apakah spesifikasi lengkapnya nanti sejalan dengan ekspektasi—atau justru biasa saja.