suara2 — Suasana HUT ke-53 PDI Perjuangan di Jakarta, Sabtu (10/1/2026), berjalan khidmat. Tapi juga penuh simbol.
Salah satunya, saat Megawati Soekarnoputri memotong tumpeng. Potongan pertama, ia serahkan langsung ke Guntur Soekarnoputra—putra sulungnya.
Tradisi ini sudah jadi bagian dari setiap ulang tahun partai. Tapi tetap punya makna. Apalagi kalau potongan pertama di berikan ke sosok penting.
Tak banyak kata. Megawati menyampaikan harapan singkat. Ucapan selamat ulang tahun untuk partai. Lalu tumpeng di serahkan ke Guntur.
Guntur terima dengan tenang. Ia berdiri di samping ibunya sejak awal prosesi.
Acara di gelar di arena besar milik partai. Di hadiri kader, anggota legislatif, dan tokoh-tokoh internal dari berbagai daerah.
Sejumlah sambutan disampaikan. Isinya banyak menyoroti perjalanan partai sejak berdiri. Ada juga refleksi soal di namika politik belakangan.
Selain potong tumpeng, ada sesi laporan tahunan, evaluasi program kerja, dan ucapan dari perwakilan daerah. Satu per satu naik ke podium.
Semua berlangsung tertib. Panitia menyebut, protokol kesehatan tetap di jaga.
Guntur sendiri ikut bicara. Dalam sambutannya, ia singgung soal pentingnya solidaritas kader. Ia juga tekankan perlunya kompak menghadapi tahun politik.
Bagi PDI-P, ulang tahun ini bukan sekadar selebrasi. Tapi juga pengingat arah. Konsolidasi. Pemanasan menuju pemilu.
